SEJAK muncul lewat Boogie Nights pada 1997, Paul Thomas Anderson terus konsisten membuktikan dirinya sebagai sutradara ‘tipe’ auteur. Yaitu sutradara yang film-filmnya benar-benar mencerminkan visi kreatif personalnya.

Pada satu masa, auteur ialah istilah yang identik dengan sutradara Orson Welles. Film Citizen Kane (1941), yang disutradarainya pada usia 25, sampai sekarang masih jadi standar bagi auteurisme. Itu ialah ketika visi kreatif seorang sutradara tak dapat ditawar lagi. Hasilnya, film terhebat sepanjang masa. Stanley Kubrick ialah contoh auteur berikutnya lewat 2001: A Space Odyssey (1968).

Lewat There Will Be Blood, Anderson membuktikan bahwa dialah auteur bagi generasi sutradara berikutnya. Anderson mengatakan, “Kita semua anak Kubrick bukan? Apa ada hal yang kau lakukan yang belum dilakukan olehnya?” Marfa, Texas, lokasi syuting Blood–dan No Country for Old Men yang sama-sama masuk nominasi Oscar untuk Film Terbaik 2008–memberikan lanskap keras yang indah untuk menampung visi Anderson.

Pemandangan itu ia maksimalkan selama 15 menit pertama adegan tanpa dialog untuk menampilkan karakter Daniel Plainview (Daniel Day-Lewis).

Latar itu juga yang digunakan Anderson untuk ‘menjelaskan’ seperti apakah Plainview, penambang minyak kapitalis yang tamak dan manipulatif. Sepanjang film, tak ada karakter yang benar-benar sebanding dengan Plainview, kecuali mungkin nabi palsu Eli Sunday (Paul Dano) dalam beberapa adegan. Tapi Daniel Day-Lewis ialah kendaraan utama film ini. Penampilannya dan cara Anderson mengatur ritmenya bercerita adalah sebuah pengalaman yang menenggelamkan. Dengarkan baik-baik cara Day-Lewis berbicara dan bersuara saat membujuk. Dahsyat.

Diadaptasi dari novel Upton Sinclair berjudul Oil!, Blood bercerita tentang penambang minyak yang mencari kekayaan pada awal abad ke-20. Segala cara ditempuh Plainview untuk membeli tanah yang dapat ditambang dengan harga murah. Termasuk lewat praktik tanggung jawab sosial korporat, menggunakan bayi yatim piatu untuk meraih simpati atau mengakui Tuhan.

Selamat, Paul Thomas Anderson. Anda telah membuat Citizen Kane Anda.

( pertama diterbitkan di Media Indonesia Edisi Siang, 29 Mei 2008 )